Blogs

PELUK MY DARLING DENGAN MESRA (PErawatan LUka Kusta MenYeluruh Dengan gARden heaLING, MEntoring dan Kolaborasi yang Terintegrasi)

PELUK MY DARLING DENGAN MESRA (PErawatan LUka Kusta MenYeluruh Dengan gARden heaLING, MEntoring dan Kolaborasi yang Terintegrasi)

INOVASI PELAYANAN PUBLIK

PELUK MY DARLING dengan Mesra

(PErawatan LUka Kusta MenYeluruh Dengan gARden heaLING MEntoring dan Kolaborasi yang Terintegrasi)

di Unit Rehabilitasi Kusta RSUD Kelet Provinsi Jawa Tengah

RSUD Kelet merupakan Rumah Sakit milik pemerintah provinsi Jawa Tengah yang terletak di Kabupaten Jepara. Unit Rehabilitasi Kusta RSUD Kelet merupakan pusat rujukan kusta Provinsi Jawa Tengah. Aset lahan yang dimiliki ±200 hektar dalam bentuk bangunan rumah sakit, hutan konservasi, sawah, kebun, pantai, dan taman wisata.

Permasalahan yang dihadapi sebelum inovasi antara lain: masih tingginya kunjungan pasien dari kabupaten Jepara dengan cacat tingkat 2, kurang optimalnya penemuan kasus baru oleh petugas kusta puskesmas, belum optimalnya program pemberdayaan OYPMK dalam penemuan kasus baru di lingkungan tempat tinggalnya. Akhir tahun 2018, RSUD Kelet melakukan pengembangan inovasi pelayanan untuk mengatasi masalah tersebut. Inovasi ini menerapkan upaya promotif dan preventif sebagai pelayanan pre dan post hospital yang merupakan implementasi program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yaitu Rumah Sakit Tanpa Dinding. Inovasi ini bernama PELUK  MY  DARLING DENGAN MESRA (Perawatan  Luka  Kusta  Menyeluruh  dengan Garden Healing, Mentoring dan Kolaborasi yang Terintegrasi). Inovasi ini merupakan pengembangan dari PELUK MY DARLING yang meraih penghargaan TOP 99 dan TOP 40 KIPP 2017.

Manfaat dari inovasi ini meliputi : menurunnya stigma masyarakat terhadap pasien kusta, meningkatnya produktivitas kerja pasien kusta, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), intensifikasi deteksi dini ditandai dengan meningkatnya penemuan kasus baru kusta tanpa cacat, petugas kusta Puskesmas lebih aktif dalam penemuan kasus kusta.

Inovasi ini telah dilaksanakan di Puskesmas Mayong dan memberi DAMPAK POSITIF diantaranya: menurunnya kunjungan pasien dari Kabupaten Jepara di Unit Rehabilitasi Kusta dengan cacat tingkat 2, meningkatnya penemuan kasus baru kusta tanpa cacat, serta adanya 10 orang OYPMK yang telah diberdayakan sebagai detektor dini penemuan kasus kusta di lingkungannya.